Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan Dukung Implementasi Swakelola Tipe 2 BGN dan BPOM

20-12-2025 Umum Dilihat 66 kali

Bogor — Kesiapan teknis menjadi kunci dalam pelaksanaan Swakelola Tipe 2 antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam konteks tersebut, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) mengambil peran strategis dengan turut serta dalam rapat koordinasi tindak lanjut persiapan pelaksanaan Swakelola Tipe 2 yang berlangsung pada 18–20 Desember 2025 di Bogor.

Sebagai unit kerja yang memiliki kompetensi pengujian laboratorium dan dukungan keahlian teknis, BPKOM dipandang memiliki kontribusi penting dalam mendukung program prioritas BGN, khususnya yang berkaitan dengan pengujian pangan, surveilans, serta pengembangan metode analisis. Kehadiran BPKOM dalam forum ini mempertegas kesiapan BPOM dalam menyediakan dukungan teknis yang terukur dan akuntabel.

Rapat koordinasi ini difokuskan pada pematangan aspek implementatif Swakelola Tipe 2, termasuk pembahasan mekanisme kerja, penyesuaian ruang lingkup kegiatan, serta penyelarasan tugas dan tanggung jawab antarinstansi. Penekanan diberikan pada kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan regulasi yang berlaku, guna memastikan proses swakelola berjalan transparan dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan teknis penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB). Dokumen ini menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan Swakelola Tipe 2, sehingga diperlukan keterlibatan aktif unit-unit teknis BPOM, termasuk Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan, agar spesifikasi kegiatan dan kebutuhan sumber daya dapat dirumuskan secara tepat.

Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan diwakili oleh Yulia Karyana Dewi, S.Si., yang berpartisipasi dalam diskusi teknis sebagai bagian dari kontribusi institusional BPOM terhadap kesiapan pelaksanaan swakelola. Partisipasi ini mencerminkan komitmen BPKOM dalam mendukung kebijakan strategis nasional melalui penguatan aspek teknis dan operasional.

Selain BPKOM, rapat koordinasi juga melibatkan berbagai unit kerja BPOM lainnya, seperti Deputi Bidang Pengawasan Produk Pangan Olahan, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro Umum, Pusat Data dan Informasi, Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), serta Balai Kalibrasi BPOM. Keterlibatan lintas unit ini memperkuat integrasi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Swakelola Tipe 2.

Melalui koordinasi yang intensif ini, BGN dan BPOM diharapkan mampu memastikan bahwa pelaksanaan Swakelola Tipe 2 tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang dari sisi teknis dan operasional. Dukungan Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan menjadi salah satu elemen penting dalam menjamin efektivitas pelaksanaan program, sekaligus mendukung pencapaian sasaran nasional di bidang perbaikan gizi dan keamanan pangan.

Sarana