Kasus cemaran dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) dalam sirup obat anak yang menelan ratusan korban jiwa di sejumlah negara menjadi alarm bagi dunia. Peristiwa ini menegaskan pentingnya pengawasan mutu obat yang kuat serta kemampuan mendeteksi cemaran berbahaya sejak dini.
Menjawab tantangan tersebut, para ahli dari berbagai negara berkumpul dalam Workshop “Dashboard Development and Diethylene Glycol/Ethylene Glycol Screening Technologies” yang digelar di Jesus College, Oxford. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta dari 27 negara, mulai dari regulator obat dan makanan, peneliti, hingga pengembang teknologi. Informasi mengenai kegiatan ini dapat diakses juga melalui laman berikut:
https://www.tropicalmedicine.ox.ac.uk/news/experts-join-forces-to-improve-screening-devices-to-detect-substandard-and-falsified-medicines
Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) turut ambil bagian dalam forum ini melalui diskusi dan pertukaran pengalaman. BPKOM berkontribusi dalam penguatan teknologi skrining serta strategi deteksi cemaran DEG dan EG pada produk obat.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya BPKOM memperkuat jejaring global sekaligus meningkatkan kapasitas nasional dalam pengujian dan pencegahan peredaran obat substandar dan palsu, demi perlindungan kesehatan masyarakat.