Bogor — Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) turut berperan aktif dalam rapat koordinasi tindak lanjut persiapan pelaksanaan Swakelola Tipe 2 antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang diselenggarakan pada 18–20 Desember 2025 di Bogor.
Kegiatan koordinasi ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sinergi lintas lembaga pemerintah guna mendukung pencapaian sasaran strategis nasional, khususnya di bidang perbaikan gizi dan keamanan pangan. Dalam konteks tersebut, BPOM diposisikan sebagai mitra strategis BGN yang memiliki mandat, sumber daya manusia, serta infrastruktur laboratorium terakreditasi untuk mendukung pelaksanaan program prioritas.
Rapat koordinasi membahas sejumlah aspek krusial terkait pelaksanaan Swakelola Tipe 2, mulai dari ruang lingkup kerja sama, pembagian peran dan tanggung jawab, mekanisme pelaksanaan kegiatan, hingga kesesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, akuntabel, dan efektif.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah proses penentuan dan negosiasi teknis dalam penyusunan dokumen persiapan, terutama Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB). Proses ini dinilai membutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat antarunit kerja di lingkungan BPOM agar pelaksanaan Swakelola Tipe 2 dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kehadiran dan partisipasi aktif pejabat serta pegawai dari berbagai unit kerja BPOM, antara lain Deputi Bidang Pengawasan Produk Pangan Olahan, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro Umum, Pusat Data dan Informasi, Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), Balai Kalibrasi BPOM, serta Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan, turut menunjang kelancaran rapat koordinasi tersebut.
Dari Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan, kegiatan ini dihadiri oleh Yulia Karyana Dewi, S.Si., yang berpartisipasi dalam pembahasan teknis sebagai bagian dari dukungan institusional terhadap kesiapan implementasi Swakelola Tipe 2.
Melalui forum koordinasi ini, BGN dan BPOM menyatukan langkah serta visi dalam pelaksanaan Swakelola Tipe 2. Selain menyelaraskan pemahaman mengenai ruang lingkup kegiatan, metode pelaksanaan, spesifikasi teknis, dan target keluaran, forum ini juga menghasilkan kesepakatan rinci terkait pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing pihak, termasuk penetapan Tim Pelaksana dari BPOM dan Tim Pengawas dari BGN.
Keberhasilan koordinasi ini diharapkan menjadi landasan fundamental bagi akuntabilitas, efektivitas, dan keberhasilan implementasi kegiatan utama Swakelola Tipe 2 BGN–BPOM dalam rangka mendukung program prioritas nasional di bidang gizi dan keamanan pangan.