Balai Pengujian Khusus Tetapkan 5 Isu Strategis Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

07-01-2026 Umum Dilihat 47 kali

Balai Pengujian Khusus Tetapkan 5 Isu Strategis Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

JAKARTA – Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan merilis lima isu strategis utama yang menjadi fokus pengembangan institusi ke depan. Langkah ini diambil untuk memperkuat peran laboratorium sebagai tulang punggung pengawasan kesehatan publik berbasis bukti ilmiah di Indonesia.

Berdasarkan dokumen rencana strategis yang diterima, kelima poin tersebut mencakup penguatan aspek teknis, sumber daya manusia, hingga tata kelola birokrasi.

Transformasi Laboratorium dan Kecepatan Respons

Fokus pertama adalah penguatan peran laboratorium dalam investigasi dan penegakan hukum. Hal ini melibatkan penguatan mekanisme, standar, serta kolaborasi terpadu agar setiap tindakan penegakan hukum didukung oleh bukti ilmiah yang valid.

Selain itu, instansi ini tengah memprioritaskan pengembangan kapasitas pengujian screening cepat dan inovatif. Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas dalam merespons risiko serta mempercepat proses penyidikan kasus obat dan makanan.

Peningkatan Kualitas SDM dan Pengawasan Rokok

Menghadapi modernisasi laboratorium, Balai menekankan pentingnya SDM yang kompeten, adaptif, dan berstandar global. Keunggulan personel dianggap sebagai kunci utama agar pemanfaatan teknologi dan peralatan modern dapat berjalan secara optimal.

Di sisi lain, penguatan pengawasan terhadap rokok dan produk tembakau juga menjadi agenda krusial. Dukungan laboratorium yang kuat diperlukan sebagai dasar perumusan kebijakan pengawasan berbasis risiko dan bukti ilmiah bagi produk-produk tersebut.

Menuju Layanan Profesional (WBK/WBBM)

Sebagai penutup dari rangkaian isu strategis tersebut, Balai berkomitmen melakukan penguatan tata kelola, integritas, dan kualitas layanan. Upaya ini diarahkan untuk mewujudkan pelayanan pengujian yang profesional, transparan, dan berintegritas guna mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Implementasi kelima isu strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan produk obat dan makanan yang beredar di pasar.

Sarana