BPKOM Dorong Transformasi Budaya Kerja Aman melalui Implementasi HIRADC

27-04-2026 Umum Dilihat 57 kali

Jakarta, 20-22 April 2026 --- Budaya kerja aman tidak terbentuk dari aturan, tetapi dari kebiasaan yang dibangun secara konsisten. Melalui penguatan SMK3 dan HIRADC, BPKOM ikut serta dalam transformasi cara kerja di BPOM—dari sekadar patuh prosedur menjadi proaktif mengelola risiko sejak awal.

Langkah tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan aktif peserta BPKOM dalam pelatihan dan Workshop Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) Komprehensif yang dilaksanakan secara komprehensif. Tidak hanya berperan sebagai peserta, mereka juga menjadi agen  yang membawa kembali pengetahuan dan praktik terbaik ke unit kerja masing-masing. Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 20-22 April 2026 di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta. Narasumber yang hadir yaitu Irwan Sitorus, ST., MM seorang praktisi  Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSE). Selain BPKOM, beberapa unit kerja di BPOM pusat dan perwakilan UPT Provinsi juga turut serta baik secara daring maupun luring.

Peran aktif ini terlihat sejak proses pembelajaran berlangsung. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam diskusi, studi kasus, hingga simulasi penyusunan HIRADC berdasarkan aktivitas kerja nyata di lingkungan BPOM. Dari proses ini, peserta mampu mengidentifikasi potensi bahaya secara lebih tajam, menilai tingkat risiko secara objektif, serta merumuskan langkah pengendalian yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Pasca pelatihan, kontribusi peserta BPKOM menjadi semakin strategis. Mereka berperan dalam:

  • menginisiasi penerapan HIRADC di unit kerja,
  • mengedukasi rekan kerja terkait pentingnya identifikasi dan pengendalian risiko,
  • serta mendorong integrasi prinsip SMK3 ke dalam prosedur operasional sehari-hari.

Dengan keterlibatan aktif tersebut, implementasi SMK3 dan HIRADC tidak berhenti pada level pengetahuan, tetapi bertransformasi menjadi praktik nyata yang hidup dalam budaya kerja. Setiap peserta menjadi penggerak yang memastikan bahwa pendekatan proaktif terhadap risiko benar-benar diterapkan, sehingga potensi insiden dapat dicegah sebelum terjadi.

Ke depannya, peran strategis peserta diharapkan terus berkembang sebagai motor penguatan budaya kerja aman di BPOM. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, keselamatan kerja tidak hanya menjadi standar yang dipenuhi, tetapi menjadi nilai yang dijalankan secara konsisten dalam setiap lini organisasi.

#BPKOM
#BPOM
#HIRADC
#KeselamatanKerja
#BudayaKerjaAman

Tim K3 – Yulia Karyana D.

Sarana