Jakarta, 20 September 2026 – Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) terus mengembangkan layanan pengujian yang adaptif terhadap kebutuhan pengawasan di lapangan. Tidak hanya melaksanakan pengujian di laboratorium, BPKOM juga menghadirkan layanan pengujian secara langsung di lokasi sebagai bentuk jemput bola untuk mendukung pengawasan keamanan obat dan makanan.
Implementasi pendekatan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan pengawasan food security pada kegiatan UMKM dalam rangka peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan yang telah berlangsung sejak hari pertama hingga hari kedua ini dilaksanakan melalui kolaborasi BPKOM dengan Balai Besar POM di Jakarta.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi perdana inovasi BPKOM, Laboratorium Investigasi Deteksi In Situ Khusus (LIDIK). Melalui inovasi LIDIK, kapasitas pengujian BPKOM tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan sampel yang dilakukan di dalam laboratorium, tetapi juga dapat dihadirkan langsung ke lokasi yang membutuhkan dukungan pengujian.
Pendekatan ini merupakan bentuk transformasi layanan laboratorium yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengawasan. Dengan hadir langsung di lapangan, proses deteksi terhadap potensi bahaya pada pangan dapat dilakukan secara lebih cepat sehingga mendukung pengambilan langkah tindak lanjut dalam kegiatan pengawasan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim melakukan pengujian in situ terhadap pangan yang disajikan pada kegiatan HUT ke-81 TNI. Pemeriksaan meliputi parameter Rhodamin B, Metanil Yellow, Formalin, dan Boraks, yang merupakan bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan digunakan secara tidak sesuai ketentuan dalam pangan.
Kehadiran layanan pengujian di lokasi juga memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan pengawasan. Tim tidak perlu menunggu seluruh proses pemeriksaan dilakukan melalui mekanisme laboratorium konvensional untuk memperoleh deteksi awal terhadap parameter yang menjadi sasaran pemeriksaan. Dengan demikian, pengawasan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui LIDIK, BPKOM mengembangkan konsep bahwa laboratorium tidak harus selalu menunggu sampel datang, tetapi dapat hadir mendekati sumber risiko. Konsep jemput bola ini memungkinkan kompetensi dan kapasitas pengujian laboratorium dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendukung kebutuhan pengawasan, termasuk pada kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak pelaku usaha dan konsumen.
Implementasi perdana LIDIK dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI menjadi langkah awal BPKOM dalam memperkuat model layanan pengujian yang fleksibel, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pengawasan. Inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada berbagai kondisi yang memerlukan dukungan deteksi dan pengujian di luar laboratorium.
Melalui LIDIK, BPKOM menghadirkan laboratorium lebih dekat dengan lokasi pengawasan—tidak hanya menunggu sampel datang ke laboratorium, tetapi turut hadir menjemput kebutuhan pengujian di lapangan demi mendukung keamanan obat dan makanan serta perlindungan masyarakat.