JAKARTA - Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 menjadi momentum penting bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menegaskan kembali komitmen integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan POM menunjukkan komitmen nyata terhadap upaya pemberantasan korupsi, yang ditandai dengan kepemimpinan langsung dalam pembacaan ikrar antikorupsi serta penguatan pesan integritas kepada seluruh jajaran.
Kegiatan HAKORDIA 2025 diselenggarakan pada Jumat, 19 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan berlangsung secara hybrid. Acara luring dipusatkan di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM, sementara peserta dari berbagai unit kerja mengikuti secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Imbauan Penyelenggaraan Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan POM menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan fungsi pengawasan obat dan makanan. Nilai antikorupsi, menurutnya, tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, tetapi harus terinternalisasi dalam setiap proses pengambilan keputusan, pelaksanaan layanan publik, dan pengelolaan sumber daya organisasi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap agenda nasional pemberantasan korupsi, Kepala Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan hadir sebagai peserta dalam rangkaian kegiatan HAKORDIA 2025. Kehadiran ini mencerminkan komitmen unit pelaksana teknis untuk menyelaraskan nilai-nilai integritas dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas pengujian dan pengawasan yang bersifat strategis.
Momentum HAKORDIA 2025 dimanfaatkan BPOM sebagai ruang refleksi untuk memperkuat pendidikan antikorupsi, meningkatkan efektivitas pencegahan melalui perbaikan sistem dan pengendalian internal, serta memastikan penegakan disiplin berjalan secara konsisten dan berkeadilan. Sinergi antara pimpinan dan seluruh jajaran dinilai menjadi kunci utama dalam membangun budaya kerja yang berintegritas.
Melalui kepemimpinan yang berorientasi pada keteladanan, Kepala Badan POM menegaskan bahwa komitmen antikorupsi adalah tanggung jawab bersama. Dengan integritas sebagai nilai utama, BPOM terus berupaya menjaga kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.