JAKARTA — Setiap obat dan makanan yang dinyatakan aman untuk dikonsumsi publik melalui proses pengujian laboratorium yang ketat. Namun, yang kerap luput dari perhatian adalah peran sumber daya manusia (SDM) di balik proses tersebut. Di Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM), penguatan kompetensi SDM menjadi langkah penting untuk memastikan hasil uji yang akurat dan dapat dipercaya.
Seiring berkembangnya standar global, tuntutan terhadap laboratorium pengujian pun semakin tinggi. Tidak cukup hanya mengandalkan peralatan canggih, laboratorium juga dituntut memiliki analis dan pengelola yang memahami sistem mutu, manajemen risiko, serta integritas data. Inilah yang mendorong BPKOM secara konsisten meningkatkan kapasitas SDM melalui pembekalan standar internasional WHO Good Practices for Pharmaceutical Quality Control Laboratories (GPPQCL).
Dari Laboratorium ke Perlindungan Masyarakat
Hasil uji laboratorium memiliki dampak langsung terhadap perlindungan kesehatan masyarakat. Ketepatan satu angka hasil uji dapat menentukan apakah sebuah produk layak edar atau justru harus ditarik dari peredaran. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM tidak hanya menjadi kebutuhan internal, tetapi juga bagian dari tanggung jawab publik.
Melalui pemahaman pedoman WHO GPPQCL terbaru yang tertuang dalam WHO TRS 1052 Annex 4 tahun 2024, pegawai BPKOM dibekali pengetahuan tentang pentingnya pengendalian mutu sejak penerimaan sampel hingga pelaporan hasil uji. Fokus utama diarahkan pada keandalan data, ketelusuran hasil, serta pengelolaan risiko dalam setiap tahapan pengujian.
Menyiapkan Analis yang Siap Berubah
Perubahan regulasi dan kemajuan teknologi menuntut SDM laboratorium untuk terus beradaptasi. Standar WHO yang diperbarui menekankan pentingnya manajemen perubahan, pengendalian data berbasis sistem, serta kesiapan laboratorium menghadapi kondisi darurat.
Bagi BPKOM, peningkatan kapasitas SDM menjadi sarana untuk menyiapkan analis yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan. Dengan pemahaman yang baik terhadap standar global, pegawai diharapkan mampu menjaga konsistensi mutu hasil uji, meskipun dalam situasi yang dinamis.
Menjaga Kepercayaan Lewat Profesionalisme
Kepercayaan publik terhadap hasil pengujian laboratorium dibangun melalui profesionalisme dan integritas SDM. Setiap proses pengujian harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara ilmiah maupun administratif. Inilah mengapa peningkatan kapasitas SDM menjadi agenda berkelanjutan di lingkungan BPKOM.
Melalui penguatan kompetensi yang selaras dengan standar internasional, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi masyarakat. Di balik setiap sertifikat hasil uji, terdapat SDM laboratorium yang bekerja dengan dedikasi demi memastikan obat dan makanan yang dikonsumsi publik tetap aman dan bermutu.