Dari Gedung Tenun, Balai Pengujian Khusus Bangun Semangat Baru Menuju SDM Unggul 2026

23-12-2025 Umum Dilihat 31 kali

Di lingkungan Kompleks Badan POM, Percetakan Negara, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan yang berkantor di Gedung Tenun menumbuhkan semangat baru dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menyongsong tahun 2026. Gedung Tenun kini tidak hanya menjadi ruang kerja, tetapi juga simbol transformasi budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu.

Di bawah kepemimpinan Kepala Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan, Dr. Alfi Sophian, berbagai inovasi internal mulai digerakkan untuk memperkuat kualitas SDM. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kompetensi teknis, penguatan etos kerja berbasis integritas, serta pembentukan pola pikir pembelajar (learning mindset) di kalangan pegawai.

Dr. Alfi Sophian menekankan bahwa tantangan pengawasan obat dan makanan ke depan semakin kompleks dan membutuhkan SDM yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Oleh karena itu, Balai mendorong pembaruan cara kerja melalui penguatan diskusi ilmiah, pemanfaatan data hasil pengujian sebagai dasar pengambilan keputusan, serta pembiasaan kerja lintas fungsi.

“Laboratorium yang kuat harus ditopang oleh SDM yang unggul. Gedung Tenun kami jadikan ruang tumbuh, tempat ide, inovasi, dan kolaborasi berkembang,” ujar Dr. Alfi Sophian.

Inovasi kepemimpinan tersebut juga tercermin dari upaya menciptakan iklim kerja yang sehat dan saling mendukung. Sinergi antarpegawai, keterbukaan terhadap gagasan baru, serta komitmen terhadap sistem mutu menjadi bagian dari strategi membangun SDM yang siap menghadapi target kinerja tahun 2026.

Dengan semangat baru yang tumbuh dari Gedung Tenun, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendukung tugas Badan POM. Melalui penguatan SDM unggul, Balai berkomitmen menghadirkan pengujian dan pengawasan obat dan makanan yang kredibel, berbasis sains, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat.

Sarana