Bukan Sekadar Permainan, Kepala Balai Pengujian Khusus Apresiasi AOC sebagai Ruang Menyatukan Tim

21-12-2025 Umum Dilihat 60 kali

Jakarta — Kepala Balai Pengujian Khusus, Dr. Alfi Sophian, S.Si., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan Program AOC (Area of Capacity Building) yang dikemas melalui games treasure hunt di Velodrom Jakarta, Jumat, 12 Desember. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi memiliki makna strategis dalam membangun keharmonisan dan kualitas kerja tim.

Dr. Alfi Sophian menilai pendekatan pembelajaran berbasis permainan mampu menghadirkan ruang interaksi yang sehat dan setara antarpersonel. Melalui kegiatan membaca dan menafsirkan petunjuk pencarian harta karun, peserta dilatih untuk berkomunikasi secara efektif, saling percaya, serta menyatukan perbedaan dalam satu tujuan bersama.

“Kegiatan AOC ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, inklusif, dan bermakna. Games treasure hunt menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan dan kolaborasi, yang sangat dibutuhkan dalam mendukung kinerja Balai Pengujian Khusus,” ujar Alfi.

Ia menegaskan bahwa keharmonisan tim merupakan fondasi penting dalam pelaksanaan tugas pengujian yang menuntut ketelitian, kecepatan, dan koordinasi lintas fungsi. Oleh karena itu, kegiatan seperti AOC perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun budaya kerja yang solid dan adaptif.

Menurut Alfi, suasana nonformal yang tercipta selama kegiatan turut membantu mencairkan sekat struktural di lingkungan kerja. Peserta dapat saling mengenal lebih dekat, memahami karakter rekan kerja, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Program AOC yang diselenggarakan Balai Pengujian Khusus dirancang sebagai bagian dari strategi capacity building berkelanjutan. Dengan memanfaatkan metode experiential learning, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab kolektif.

Ke depan, Alfi berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan berbagai inovasi metode pembelajaran. “Kita ingin memastikan bahwa setiap insan di Balai Pengujian Khusus tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kuat secara kolaboratif dan harmonis dalam bekerja,” katanya.

Sarana