Kepala Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan Dorong SDM Berdaya Saing Global Lewat Pelatihan ITEC India 2026

24-12-2025 Umum Dilihat 36 kali

Jakarta — Kepala Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) mendorong seluruh tim di unit kerja BPKOM untuk lebih aktif mengembangkan kompetensi diri melalui berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk peluang pelatihan internasional yang ditawarkan Pemerintah India melalui skema Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) periode Februari–Maret 2026.

Dorongan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen pimpinan Balai dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu bersaing sebagai individu dengan reputasi mendunia di bidang pengawasan obat dan makanan.

“Kita tidak cukup hanya menjadi aparatur yang andal di tingkat nasional. Tantangan ke depan menuntut SDM yang memiliki wawasan global, jejaring internasional, serta pengakuan kompetensi di tingkat dunia,” ujar Kepala Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan.

Ia menekankan bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab personal untuk terus meningkatkan kapasitas, seiring dengan dinamika regulasi, perkembangan teknologi laboratorium, serta tuntutan pengawasan obat dan makanan yang semakin kompleks di era globalisasi.

Salah satu peluang strategis yang dapat dimanfaatkan adalah program pelatihan ITEC yang diselenggarakan secara luring di India. Program ini merupakan bagian dari kerja sama teknik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India, yang menawarkan berbagai tema pelatihan pengembangan kompetensi di bidang teknis, manajerial, hingga penguatan kapasitas institusi.

Melalui program ITEC, peserta berkesempatan mengikuti pelatihan dengan pembiayaan penuh dari Pemerintah India, mencakup biaya pendidikan, tiket penerbangan internasional pulang-pergi kelas ekonomi, akomodasi, serta uang saku selama kegiatan berlangsung.

Kepala Balai menilai, partisipasi aktif pegawai BPKOM dalam pelatihan internasional seperti ITEC tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga membawa nilai tambah bagi organisasi. Pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik yang diperoleh diharapkan dapat ditransformasikan untuk memperkuat kinerja Balai dalam mendukung tugas dan fungsi Badan POM.

Ia juga mengajak para pegawai untuk proaktif berkoordinasi dengan unit kepegawaian serta mempersiapkan persyaratan administrasi secara matang, termasuk kemampuan bahasa Inggris dan rekam jejak kinerja yang relevan dengan bidang pelatihan yang dipilih.

“Pengembangan kompetensi adalah investasi jangka panjang. Ketika SDM kita tumbuh, maka institusi akan semakin kuat dan kredibel di mata dunia,” kata dia.

Dengan semangat tersebut, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan berharap semakin banyak pegawai yang berani mengambil peluang pengembangan diri di tingkat internasional, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam jejaring pengawasan obat dan makanan global.

Sarana