JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa integritas merupakan benteng utama dalam mencegah kejahatan dan korupsi di lingkungan birokrasi. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan keynote speech pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, dengan mengutip pemikiran tokoh hukum nasional Baharuddin Lopa tentang akar tumbuhnya kejahatan.
“Kejahatan bukan semata-mata karena niat pelakunya, tetapi karena adanya kesempatan,” ujar Kepala BPOM mengutip pandangan Baharuddin Lopa. Menurutnya, kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa lemahnya integritas dan sistem pengawasan dapat membuka ruang terjadinya praktik koruptif, termasuk di sektor pelayanan publik.
Peringatan HAKORDIA 2025 diselenggarakan pada Jumat, 19 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan berlangsung secara hybrid. Kegiatan luring dipusatkan di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM, serta diikuti secara daring oleh jajaran pegawai BPOM dari pusat hingga daerah.
Dalam keynote speech-nya, Kepala BPOM menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Pencegahan melalui penguatan sistem, transparansi proses kerja, dan kepemimpinan yang berintegritas harus menjadi prioritas utama. Pemikiran Baharuddin Lopa, menurutnya, masih sangat relevan dalam menjawab tantangan birokrasi modern yang semakin kompleks.
Ia juga menegaskan bahwa setiap aparatur negara memiliki tanggung jawab moral untuk menutup celah terjadinya kejahatan, baik melalui kepatuhan terhadap aturan maupun melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Dalam konteks BPOM, integritas menjadi kunci dalam menjalankan fungsi pengawasan obat dan makanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Peringatan HAKORDIA 2025, lanjutnya, harus dimaknai sebagai momentum refleksi dan evaluasi berkelanjutan. Pendidikan antikorupsi, penguatan pengendalian internal, serta konsistensi dalam penerapan nilai-nilai integritas menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Rangkaian kegiatan HAKORDIA 2025 di lingkungan BPOM juga diisi dengan Pembacaan Ikrar Anti Korupsi yang dipimpin langsung oleh Kepala BPOM dan diikuti oleh seluruh peserta. Hadir pula para pimpinan unit kerja, termasuk Kepala Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan, sebagai bentuk dukungan terhadap agenda nasional pemberantasan korupsi.
Dengan mengutip pemikiran Baharuddin Lopa, Kepala BPOM mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya memahami aturan secara formal, tetapi juga menghidupi nilai integritas dalam setiap keputusan dan tindakan. Menurutnya, birokrasi yang bersih hanya dapat terwujud apabila integritas menjadi budaya bersama, bukan sekadar slogan dalam peringatan seremonial.