Lima Isu Strategis Jadi Arah Transformasi Balai Pengujian Obat dan Makanan

02-01-2026 Umum Dilihat 26 kali

JAKARTA — Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) menetapkan lima isu strategis sebagai arah transformasi kelembagaan dan laboratorium dalam menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan yang semakin kompleks. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat peran laboratorium sebagai penopang utama pengawasan berbasis risiko dan bukti ilmiah.

Isu strategis pertama menekankan penguatan peran laboratorium dalam investigasi dan penegakan hukum. Laboratorium tidak lagi diposisikan semata sebagai unit pengujian rutin, tetapi sebagai sumber pembuktian ilmiah yang terintegrasi dengan proses investigasi dan penyidikan kasus obat dan makanan.

Penguatan mekanisme kerja, standardisasi metode, serta kolaborasi lintas unit dinilai penting agar hasil pengujian dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung penegakan hukum yang akuntabel dan kredibel.

Isu kedua berkaitan dengan pengembangan kapasitas pengujian cepat dan inovatif untuk mendukung respons risiko. Di tengah peredaran produk obat dan makanan yang semakin beragam, BPKOM mendorong pemanfaatan metode screening cepat guna meningkatkan kecepatan deteksi, ketepatan pengambilan keputusan, serta efektivitas pengawasan dan investigasi kasus.

Transformasi ini diharapkan menjadikan laboratorium sebagai sistem peringatan dini dalam pengawasan obat dan makanan, sehingga potensi risiko dapat diidentifikasi lebih awal sebelum berdampak luas kepada masyarakat.

Selain aspek teknologi, penguatan sumber daya manusia laboratorium menjadi isu strategis ketiga. Modernisasi peralatan dan metode pengujian membutuhkan SDM yang kompeten, adaptif, serta berdaya saing global. Peningkatan kapasitas SDM dipandang sebagai prasyarat agar pemanfaatan teknologi laboratorium modern dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Isu strategis keempat menyoroti penguatan pengawasan pengujian dan dukungan kebijakan pengawasan rokok berbasis bukti ilmiah. Laboratorium diharapkan berperan aktif dalam menyediakan data dan hasil pengujian yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengawasan produk tembakau yang lebih efektif dan berbasis risiko.

Sementara itu, isu kelima diarahkan pada penguatan tata kelola, integritas, dan kualitas layanan sebagai bagian dari upaya menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penguatan sistem manajemen risiko, transparansi layanan, serta budaya integritas dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pengujian laboratorium.

Dengan penetapan lima isu strategis tersebut, BPKOM menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi laboratorium rujukan yang modern, profesional, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan nasional secara berkelanjutan.

Sarana