Melangkah Bersama Menuju Swakelola Tipe 2, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan Hadir dalam Koordinasi BGN dan BPOM

20-12-2025 Umum Dilihat 42 kali

Bogor — Implementasi Swakelola Tipe 2 antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak hanya menuntut kesiapan teknis, tetapi juga keselarasan tata kelola dan komitmen antarinstansi. Hal inilah yang menjadi benang merah dalam rapat koordinasi tindak lanjut persiapan pelaksanaan Swakelola Tipe 2 yang digelar pada 18–20 Desember 2025 di Bogor.

Dalam forum tersebut, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) hadir sebagai bagian dari ekosistem penguatan peran BPOM dalam mendukung program strategis nasional di bidang perbaikan gizi dan keamanan pangan. Kehadiran unit teknis ini mencerminkan pentingnya dukungan laboratorium dan keahlian analisis pangan dalam skema kerja sama lintas lembaga yang terstruktur.

Rapat koordinasi menjadi ruang penyamaan persepsi mengenai arah kebijakan, ruang lingkup kegiatan, serta mekanisme pelaksanaan Swakelola Tipe 2 yang selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Diskusi tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga menempatkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas sebagai pijakan utama dalam pelaksanaan kegiatan.

Salah satu isu strategis yang dibahas adalah kesiapan dokumen perencanaan, khususnya Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB). Penyusunan dokumen ini dipandang sebagai tahap krusial yang menentukan kejelasan peran, keluaran kegiatan, serta keberlanjutan kerja sama antara BGN dan BPOM. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang erat dan sinergi lintas unit kerja di lingkungan BPOM.

Forum koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unit kerja BPOM, termasuk Deputi Bidang Pengawasan Produk Pangan Olahan, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro Umum, Pusat Data dan Informasi, Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), Balai Kalibrasi BPOM, serta Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan.

Dari Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan, kegiatan ini diikuti oleh Yulia Karyana Dewi, S.Si., yang berpartisipasi dalam rangka memperkuat kesiapan teknis dan kelembagaan BPOM dalam pelaksanaan Swakelola Tipe 2.

Melalui serangkaian diskusi, BGN dan BPOM menegaskan komitmen bersama dalam membangun fondasi pelaksanaan Swakelola Tipe 2 yang tertib, terukur, dan berorientasi pada hasil. Kesepakatan mengenai pembagian tugas, wewenang, serta penetapan Tim Pelaksana dan Tim Pengawas menjadi langkah awal penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Ke depan, hasil koordinasi ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi keberhasilan implementasi Swakelola Tipe 2 BGN–BPOM, sekaligus memperkuat peran institusi pemerintah dalam mendukung kebijakan nasional di bidang gizi dan keamanan pangan secara berkelanjutan.

Sarana