Perkuat Kapasitas Pengujian, Dua Pegawai BBPOM Aceh Benchmark ke Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan

19-12-2025 Umum Dilihat 60 kali

JAKARTA - Upaya penguatan kapasitas pengujian laboratorium terus dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui kolaborasi antarsatuan kerja. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan benchmarking yang dilakukan oleh dua pegawai Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Aceh ke Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan.

Kegiatan benchmarking ini difokuskan pada pendampingan pengujian sampel unknown serta diskusi teknis terkait penanganan berbagai sampel kasus obat dan makanan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kompetensi analis laboratorium dalam menghadapi kompleksitas kasus pengujian yang semakin beragam.

Dalam pendampingan uji sampel unknown, peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai tahapan identifikasi awal, pemilihan metode pengujian yang tepat, hingga penafsiran hasil uji secara komprehensif. Pengujian sampel unknown membutuhkan ketelitian tinggi dan penguasaan metode analisis lanjutan, karena karakteristik sampel sering kali tidak diketahui secara pasti sejak awal.

Selain praktik pengujian, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi intensif mengenai berbagai sampel kasus obat dan makanan yang pernah ditangani. Diskusi mencakup studi kasus temuan di lapangan, tantangan teknis pengujian, serta strategi penanganan yang sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku. Melalui forum ini, peserta tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga menyamakan persepsi dalam pengambilan keputusan berbasis hasil laboratorium.

Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan sebagai pusat rujukan pengujian memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan teknis kepada UPT BPOM di daerah khususnya penanganan dan pengujian sampel kasus dan khusus obat dan makanan . Benchmarking ini menjadi sarana transfer pengetahuan dan keahlian, sekaligus memperkuat jejaring kerja laboratorium di lingkungan BPOM.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan akurasi BBPOM Aceh dalam menangani sampel-sampel kompleks, khususnya yang berkaitan dengan pengawasan obat dan makanan berisiko tinggi. Dengan penguatan kapasitas SDM dan pemanfaatan praktik terbaik dari balai rujukan, kualitas pengujian laboratorium dapat terus ditingkatkan demi perlindungan kesehatan masyarakat.

Benchmarking ini juga mencerminkan komitmen BPOM dalam membangun sistem pengawasan obat dan makanan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis sains, guna menjawab tantangan pengawasan di era yang semakin dinamis.

Sarana