Teknologi Screening Cepat Perkuat Respons Pengawasan Obat dan Makanan

04-01-2026 Umum Dilihat 31 kali

JAKARTA — Pengawasan obat dan makanan kini memasuki fase baru dengan pemanfaatan teknologi screening cepat berbasis instrumen portabel dan analisis data digital. Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) dalam meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons terhadap potensi risiko.

Teknologi screening cepat memungkinkan deteksi awal terhadap cemaran, bahan berbahaya, atau ketidaksesuaian mutu produk secara lebih efisien. Dengan waktu analisis yang singkat, hasil uji awal dapat segera digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengawasan maupun tindak lanjut investigasi.

Perangkat uji portabel yang terintegrasi dengan sistem analisis data juga mendukung pengawasan di lapangan. Hasil pengujian dapat langsung direkam, dianalisis, dan dikaitkan dengan basis data risiko, sehingga memperkuat pendekatan pengawasan berbasis bukti ilmiah.

Menurut BPKOM, pemanfaatan teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengujian laboratorium konvensional, melainkan sebagai lapisan awal (screening layer). Sampel yang terindikasi berisiko tinggi selanjutnya akan dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium lanjutan dengan metode yang lebih komprehensif.

Pendekatan screening cepat dinilai strategis dalam menghadapi tingginya volume produk obat dan makanan yang beredar, sekaligus keterbatasan sumber daya. Dengan sistem ini, pengawasan dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif, terutama dalam mendukung investigasi kasus dan respons terhadap kejadian luar biasa.

Selain aspek teknologi, BPKOM juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengoperasikan, membaca, dan menginterpretasikan hasil screening secara tepat. Integrasi antara teknologi, data, dan kompetensi SDM menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.

Melalui penguatan teknologi screening cepat, BPKOM berharap sistem pengawasan obat dan makanan nasional dapat bergerak lebih proaktif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika risiko, demi menjamin keamanan dan perlindungan masyarakat.

Sarana